WANITA BUDDHIS INDONESIA DALAM KONGRES KOWANI XXIII
BALAI KARTINI, 2-4 DESEMBER 2009

WANITA BUDDHIS INDONESIA DALAM KONGRES KOWANI XXIII
Wanita Buddhis Indonesia sebagai salah satu anggota Kowani sejak 1987 ikut serta dalam Kongres yang berlangsung di Balai Kartini Jakarta, pada tanggal 2-4 Desember 2009. Jumlah peserta kongres 350 orang yang terdiri dari utusan 75 organisasi federasi anggota Kowani, Dewan Pimpinan Kowani, peninjau dari BKOW di seluruh Indonesia. Ibu Metta Suri Citradi dan Sherly Yuliany yang mewakili Wanita Buddhis Indonesia dan Ibu Elly Liana Salim duduk dalam kepanitiaan kongres Kowani XXIII.
Kongres KOWANI XXIII mengambil tema “Melalui Kongres XXIII tahun 2009, Kowani Memperkuat Komitmen Untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs)”. Kongres ini dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Pada sambutannya, Presiden Yudhoyono mendukung peran Kowani dalam mendorong upaya mewujudkan pencapaian MDGs, antara lain mengurangi kemiskinan dan pemenuhan pendidikan dasar, mengurangi jumlah kematian anak, mengurangi kematian ibu malahirkan, memerangi HIV/AIDS dan penyakit menular, menjaga lingkungan dan kerja sama internasional.
Salah satu agenda dalam Kongres Kowani adalah pemilihan Dewan Pengurus Kowani yang terdiri dari 1 orang Ketua Umum, 6 Ketua, 12 Ketua Bidang, 1 Sekjen, 4 Wasekjen, 1 Bendahara Umum, dan 2 Wakil Bendahara. Wanita Buddhis Indonesia tidak mengirimkan calon untuk turut dalam pemilihan Dewan Pengurus Kowani, namun mendapat kesempatan untuk duduk di dalam Tim Pemilihan. Pemilihan diikuti oleh 47 orang calon, dan kongres memilih Ibu Dra. Dewi Motik Pramono, Msi sebagai ketua umum Kowani masa bakti 2009-2014 menggantikan Ibu Linda Agum Gumelar, S.IP yang saat ini menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kongres ditutup dengan sambutan ketua terpilih yang mengharapkan partisipasi semua organisasi anggota Kowani agar dapat turut serta aktif dalam membesarkan nama Kowani sebagai organisasi wanita tertua dan terbesar di Indonesia. Tentunya, harapan ini perlu kita (Wanita Buddhis Indonesia sebagai salah satu organisasi terbesar dan paling tersebar di lingkungan agama Buddha) dukung dengan ikut memberikan konstribusi positif di setiap daerah tugas kita. Mari kita tunjukan bahwa Wanita Buddhis Indonesia adalah wanita Indonesia yang aktif, selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai insan pembangun kesejahteraan bangsa. (Sher*)
PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (PKDRT)
Metta Suri Citradi
Kemanapun seseorang pergi ia pasti rindu untuk kembali ke keluarga masing- masing, terutama jika merasa tidak aman atau kurang sehat. Karena keluarga merupakan tempat berlindung yang dapat memberikan rasa aman, dimana setiap anggota keluarga bisa saling mengasihi, belajar bertanggung jawab dan tempat belajar memelihara prinsip moral.
Awal terbentuknya keluarga adalah pertemuan dua orang yang mempunyai sifat, pendidikan, latar belakang budaya/trad...
baca selengkapnya
SEMINAR CARA BIJAK MEMBESARKAN ANAK WBI, KARANIYA dan IPGABI dalam rangka Hari Anak Nasional 2007.
Silvia Rimba
Pada tanggal 4 Agustus 2007, WBI turut berperan serta dalam mengadakan seminar gabungan bersama dengan Karaniya dan IPGABI. Seminar yang diadakan di Hotel Mercure Jakarta mengangkat topik : Cara Bijak Membesarkan Anak.
Ide seminar datang dari Pak Budi Hartono, Karaniya, sehubungan dengan peluncuran buku Love Your Children The Right Way karya Bhante Panyananda dan memperingati hari anak nasional pada tanggal 23 juli 2007.
Acara yang dihadiri sekitar 250 orang ...
baca selengkapnya


