HOME  |  SEJARAH  |  BERITA  |  ARTIKEL  |  SUSUNAN PENGURUS  |  ALAMAT  |  CONTACT US  |  FOTO GALERI  |
  BERITA SINGKAT

10th Sakyadhita  International Conference on Buddhist Women

10th Sakyadhita International Conference on Buddhist Women

Bandar udara Chingghis Khaan tampak ramai oleh muda-mudi dari Mongolian Buddhist Student’s Association membawa kertas bertuliskan CAK
Baca selengkapnya


RAKERDA DAN KONFERENSI II WBI LAMPUNG

RAKERDA DAN KONFERENSI II WBI LAMPUNG


Karangan bunga yang indah berjajar di depan Wihara Banten Jalan Laksamana Martadinata no. 51 Teluk Betung, bertuliskan ucapan selamat Rak
Baca selengkapnya


DAY OF MINDFULNESS (DOM) KE-5 WANITA BUDDHIS INDONESIA PROPINSI DKI JAKARTA

DAY OF MINDFULNESS (DOM) KE-5 WANITA BUDDHIS INDONESIA PROPINSI DKI JAKARTA

Wanita Buddhis Indonesia Propinsi DKI Jakarta kembali mengadakan Day of Mindfulness yang ke-5 di Pondok Sadhana - Amitayus, Cipayung pada tanggal 5 Oktober 2011. Acara ini
Baca selengkapnya


KONFERENSI SAKYADHITA KE-12
BANGKOK-THAILAND, 12-18 JUNI 2011

Sakyadhita yang secara harafiah diartikan sebagai “Putri Buddha” adalah sebuah organisasi wanita buddhis internasional yang didirikan pada tahun 1987 di Bodhgaya, India. Saat ini Sakyadhita telah memiliki hampir 2000 anggota yang tersebar di 45 negara. Setiap 2 tahun Sakyadhita mengadakan konferensi internasional yang dihadiri oleh biksuni-biksuni dan wanita buddhis dari berbagai negara dan tradisi untuk bersama-sama berbagi pengalaman dan mendorong proyek-proyek untuk memperbaiki kondisi wanita buddhis di dunia, terutama di negara-negara berkembang.


Konferensi Sakyadhita ke-12 yang bertemakan Leading to Liberation tahun ini diadakan pada tanggal 12-18 Juni 2011 dan bertempat di Sathira-Dhammasathan, sebuah pusat pembelajaran yang didirikan di pusat kota Bangkok pada tahun 1987 oleh Maechee Sansanee Sthirasuta. Sathira-Dhammasathan mempunyai program-program untuk anak-anak, remaja, orang tua, dan perempuan korban kekerasan serta mempromosikan perdamaian, harmoni, kasih sayang, dan pencerahan di antara orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, dan bidang kehidupan.


Pada konferensi kali ini delegasi Indonesia beranggotakan 7 orang yang terdiri dari 2 orang biksuni yaitu Biksuni Nyanapundarika dan Biksuni Badranirmala, 4 peserta dari Wanita Buddhis Indonesia yaitu Ibu Mettasuri Citradi, Ibu Sherly Yuliany, Ibu Wetik dan  drg. Venita Tanusuwito serta 1 peserta dari Majelis Buddhayana Indonesia yaitu sdr. Hendra Lim. Di forum internasional ini drg. Venita dan sdr. Hendra berkesempatan membawakan presentasi dan mengisi workshop. drg. Venita membawakan sebuah presentasi yang berjudul Portrait of Buddhist Women’s Community in Suburban Tangerang serta sebuah workshop dengan judul Buddhist Women in the Global Information Era sedangkan sdr. Hendra mengisi workshop dengan judul Female Leadership Buddhist Training; Four Core Values of Buddhist Leadership. Selain itu Ibu Sherly, Ibu Wetik, dan sdr. Hendra juga mendapat kesempatan untuk berpartisipasi sebagai international volunteers.


Pada hari pembukaan dan penutupan konferensi, beberapa negara dengan tradisi buddhis yang berbeda-beda diminta untuk chanting, antara lain tradisi Theravada dalam bahasa Pali, tradisi Mahayana dalam bahasa mandarin, bahasa Tibet, bahasa Mongolia, bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Korea, dan tak ketinggalan adalah bahasa Indonesia. Selain itu agar semua peserta dapat turut aktif berperanserta dalam berbagai diskusi, panitia menterjemakan secara langsung ke dalam bahasa Thailand, Cina, Jepang, Korea, dan Vietnam, serta beberapa sesi tambahan dalam bahasa Hindi, Mongolia, dan Tibet.


Sekitar 1600 peserta yang berasal lebih dari 32 negara datang menghadiri Konferensi Sakyadhita ke-12 ini. Setiap hari peserta mengawali kegiatan dengan meditasi bersama yang dipimpin oleh biksuni-biksuni dari berbagai negara. Dan selama konferensi berlangsung peserta mendapat kesempatan untuk belajar dan berdiskusi dengan lebih dari 60 pembicara yang membawakan berbagai topik presentasi serta sekitar 50 workshop yang diadakan pada sore harinya. Malam hari kegiatan ditutup dengan pentas seni yang menampilkan berbagai kebudayaan dan tradisi dari berbagai negara juga. Di akhir acara penutupan Konferensi Sakyadhita ke-12, Christie Chang sebagai Presiden Sakyadhita saat ini mengumumkan bahwa Konferensi Sakyadhita ke-13 akan diadakan di Vesali, India pada tahun 2013.


Untuk menutup seluruh rangkaian acara Konferensi Sakyadhita ke-12, panitia menyediakan Temple Tour yang diadakan setelah upacara penutupan selesai dilakukan. Emerald Buddha yang berada di dalam kompleks Royal Palace menjadi tujuan pertama peserta konferensi. Hari berikutnya peserta diajak untuk mengunjungi Ayutthaya, sebuah kota tua yang masih menyimpan puing-puing reruntuhan istana kerajaan yang mengalami masa keemasan di abad ke-18. Peninggalan kota bersejarah Ayutthaya dan kota-kota bersejarah sekitarnya yang terdapat pada lingkungan Taman Bersejarah Ayutthaya telah dimasukkan oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia UNESCO.


Dalam bermeditasi bersama, berbagi makanan, serta menjalin persahabatan baru, kesan yang paling mencolok adalah berkumpulnya hati penuh kasih dan kebijaksanaan. Semoga kita dapat bertemu kembali di konferensi berikutnya. (sherly)

 

 


PEREMPUAN DAN DEMOKRASI DALAM PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA
Krishnanda Wijaya-Mukti

Pendahuluan
Sistem kasta dan patriarkat memperlakukan perempuan seperti kaum sudra dan budak. Hukum Manu mencabut hak perempuan dalam agama dan kehidupan spiritual. Dengan latar belakang ini Raja Pasenadi merasa kecewa ketika istrinya melahirkan anak perempuan. Namun Buddha berkata kepadanya, bahwa seorang anak perempuan dapat menjadi keturunan yang bahkan lebih baik daripada laki-laki (S. I, 85). Apa pun jenis kelaminnya, manusia dilahirkan ...

baca selengkapnya


NASKAH PKDRT
METTA SURI CITRADI

Kemanapun seseorang pergi ia pasti rindu untuk kembali ke keluarga masing masing, terutama jika merasa tidak aman atau kurang sehat. Karena keluarga merupakan tempat berlindung yang dapat  memberikan rasa aman,  dimana setiap anggota keluarga bisa saling mengasihi, belajar bertanggung jawab dan tempat belajar memelihara prinsip moral.


Awal terbentuknya keluarga adalah pertemuan dua orang yang mempunyai sifat, pen...

baca selengkapnya