Berita Wanita Buddhis Indonesia
PELANTIKAN WANITA BUDDHIS INDONESIA PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT PERIODE 2007-2012
Mataram - Minggu, 10 Juni 2007

Wihara Avalokitesvara di jalan Achmad Yani NO. 9 Sweta, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat tampak ramai dipadati oleh Wanita-Wanita dari Wihara Dharma Giri Vanna (Tebanyak – Kabupaten Lobar), Lokka Dharma (Sempak - Lombok Barat), Wihara Avalokitesvara Ganjar (Kabupaten Lobar), Sutta Dhamma ( Lenek - Kabupaten Lombok Barat), Jaya Wijaya (Pemenang – Kabupaten Lobar), Buddha Manggala (Pelan - Kabupaten Lobar), Virya Dharma (Berembo - Kabupaten Lobar), Giri Metta (Kedawok - Kabupaten Lobar), Avalokitesvara (Sweta - Kabupaten Lobar), Sasana Giri (Baru - Kabupaten Lombok Barat). Mereka datang didampingi oleh para Romo untuk mengadakan pembentukan Wanita Buddhis Indonesia Propinsi Nusa Tenggara Barat periode 2007-2012.
Tampak Hadir Bapak Hendy Kang Prabowo dari Majelis Buddhayana Indonesia beserta jajarannya, Bapak Ronny Abdikesuma dari Yayasan Surya Dharma Mataram, Thera Dharmanyano dari Sangha Agung Wilayah V, Romo Komang Gede Susena Dharma, Romo Adi Putra Pramono, Romo Liem Hok Tjen, Romo Mulyadi
Dari Pimpinan Pusat Wanita Buddhis Indonesia Ibu Metta Suri Citradi, Lucy Salim dan Waniningsih Sadeli.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Majelis Buddhayana Indonesia, Mars Wanita Buddhayana Indonesia, Laporan Ketua Panitia, sambutan dari Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Propinsi Nusa Tenggara Barat, Pimpinan Pusat Wanita Buddhis Indonesia, Sangha Agung Indonesia Wilayah V sekaligus membuka Konferensi pertama Wanita Buddhis Indonesia Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan pemukulan gong. Dilanjutkan dengan sosialisasi Wanita Buddhis Indonesia dan tanya jawab.
Dalam pembentukan terpilih Ibu Ni Wayan Gedong sebagai Ketua Wanita Buddhis Indonesia Propinsi Nusa Tenggara Barat untuk masa bakti 2007-2012, didampingi oleh Ibu Chai Liana sebagai Wakil Ketua, Ely Sulyana sebagai sekretaris dan Yenny Yuniati sebagai bendahara.
Setelah itu dilanjutkan dengan pelantikan, pengucapan janji pengurus, pemberkahan dari Sangha Agung Indonesia penyerahan bendera Wanita Buddhis Indonesia, pidato pertama ketua terpilih, sambutan PP WBI, MBI prop. NTB dan ditutup dengan wejangan dari Sagin. (tsh)


