Berita Wanita Buddhis Indonesia
RAPAT KERJA NASIONAL III WANITA BUDDHIS INDONESIA
BALI, 22- 25 APRIL 2010

Terik matahari pulau dewata menyambut kedatangan Wanita Buddhis Indonesia yang akan mengadakan Rapat Kerja Nasional pada tanggal 22-25 April 2010 di Hotel Puri Dibia.
Kegiatan Rakernas di awali dengan pembekalan dari Sagin wilayah V dan pembukaan oleh Drs. I Gusti Agung Kade Sutayasa, M.Si. dari Kantor Wil Departemen Agama Bali, dengan memukul gong dan penyematan tanda peserta. Beliau mengatakan organisasi wanita mempunyai peranan yang sangat penting dalam berbangsa dan wanita juga mempunyai kesetaraan jender dengan pria.
Hari berikutnya dilanjutkan dengan Pelatihan Dutadharma yang disampaikan oleh Bapak Henry Gunawan Chandra, dan dilanjutkan dengan pembahasan Anggaran Rumah Tangga (ART) Wanita Buddhis Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Vidianto SH dan Bapak F.Sugianto S.SH. Anggaran Rumah Tangga Wanita Buddhis Indonesia dibahas secara terperinci dan jelas secara hukum disamping penjelasan tentang perkumpulan dan yayasan. Beliau juga menegaskan setiap perkumpulan/ organisasi dan wihara harus mengurus tanda daftar ke Departemen Agama sesuai kedudukan perkumpulan dan kedudukan wihara.
“Peran Organisasi Keagamaan (Buddhis) dalam mempercepat pencapaian "Millenium Development Goals" (MDGs) menuju masyarakat Indonesia yang aman, damai dan sejahtera” disampaikan oleh Bapak DR.Dr.Tb.Rachmat Sentika Sp.A.Mars dengan jelas dan sangat kocak. Untuk membantu program pemerintah RI dalam pencapaian target MDGs sangat dibutuhkan tangan mulia dari ibu-ibu, agar banyak yang tersentuh/ menggerak hatinya untuk menolong saudara disekitar kita yang kehidupannya masih memprihatinkan.
Kemudian acara dilanjutkan dengan laporan kegiatan WBI pusat tahun 2005-2010. Dalam kesempatan ini ibu Metta Suri Citradi kembali memberikan sosialisasi perkembangan Wanita Buddhis Indonesia dan MDGs . Wanita Buddhis Indonesia sebagai bagian potensi wanita Indonesia diharapkan mampu mewujudkan kegiatan –kegiatan yang lebih membangun kemandirian masyarakat. Beliau juga memaparkan cara menata laporan kegiatan, laporan surat masuk & keluar harus ditata secara rapi
Laporan kegiatan Wanita Buddhis Indonesia 2005-2010 dilanjutkan dari propinsi masing-masing. Yang mana telah ada 22 propinsi yang terdaftar yaitu : Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, Sumsel,
Bengkulu,Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah ,Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, Banten, dan Bangka Belitung.
Tanggal 24 April kegiatan evaluasi kerja 2005-2010 dan dilanjutkan pembuatan program kerja 2010-2015. Program kerja yang akan datang telah memasukkan program MDGs dan pengurusan tanda daftar organisasi dan wihara ke Departemen Agama. Disini program kerja juga ada dilaksanakan perwilayah yang mana bisa dilaksanakan beberapa propinsi bersama, misalnya Pelatihan Dutadharma, usaha perekonomian, seminar dan lain-lain. Terakhir membuat rangkuman program kerja dan kesepakatan kerja
Hari terakhir merupakan hari terpenting untuk propinsi Bali, karena diadakan pelantikan anggota pengurus Wanita Buddhis Indonesia Bali priode 2010-2015. Ketua yang terpilih adalah Ibu Henny Suwarti. Pelantikan anggota Wanita Buddhis Indonesia Provinsi Bali dilantik oleh Ketua Umum Wanita Buddhis Indonesia yaitu Ibu Metta Suri Citradi dan disaksikan oleh utusan dari 22 propinsi. Akhirnya Selamat kepada ketua terpilih Ibu Henny Suwarti. Semoga Wanita Buddhis Indonesia makin jaya.
Berita oleh : Kaspen SE, Ak (WBI Riau)

